Cahaya dalam fotografi

Cahaya adalah faktor kunci dalam fotografi. Tanpa cahaya tidak akan ada fotografi. Kenyataannya, fotografi memiliki arti "melukis dengan cahaya". Cahaya memiliki kualitas, kuantitas, warna dan arah yang menampilkan bentuk, tekstur dan karakter pada suatu karya foto. Saya senang bangun di pagi hari saat hari masih gelap dan orang-orang masih menggunakan selimut dan tidur di ranjang mereka karena suatu alasan tertentu saya melakukannya. Menyiapkan peralatan lengkap untuk menangkap sebuah momen, berkendara menggunakan motor kesayangan dan tiba di lokasi sebelum fajar menyingsing. 


All rights reserved © Ady Lee : Please do not copy or distribute these pictures/images without permission.
Iso 400 | 0.6sec | F/11

Salah satu pemandangan di desa pinggan ini membuat saya menerobos dinginnya pagi dan melewati jalan berliku-liku untuk sampai ke tempat ini. Kabut yang mulai menghilang perlahan setelah matahari mulai menunjukan hangatnya. Kondisi ini memungkinkan menggunakan speed yang tidak terlalu lambat dan iso yang tidak terlalu tinggi tetapi tetap mendapatkan ruang ketajaman yang cukup.

Dalam foto di atas kabut yang saya tangkap memiliki efek difusi (menyebar) yang mampu melembutkan shadow dan memberikan kesan tersendiri didalam foto. Sinar matahari yang perlahan mulai muncul  dan mengenai rumput-rumput mampu mengangkat detail pada bagian fourground. Penggunaan speed 0.6 dengan alunan angin yang lembut cukup untuk membuat rumput pada bagian fourground tidak blur. F/11 cukup membantu untuk mendapatkan ruang ketajaman yang cukup luas. Iso 400 saya rasa tidak terlalu tinggi untuk kondisi yang seperti ini dan masih aman dari gangguan noise.


CAHAYA MERATA SAAT CUACA BERAWAN

Cuaca berawan menerangi pemandangan alam yang seolah-olah softbox raksasa tengah terpasang di langit. Dengan shadow dan kontras yang minim, cahaya tampak flat tapi detail objek tetap terjaga.


All rights reserved © Ady Lee : Please do not copy or distribute these pictures/images without permission.

Cahaya yang cukup merata membantu mengangkat detail pada objek. Dengan lensa 10-22, memudahkan saya menangkap objek dengan sangat luas dan ND filter untuk menurunkan speed, sehingga memberikan guratan-guratan pada air yang mengalir setelah menghantam karang. Tripod membantu untuk mengurangi blur pada saat penggunaan speed rendah.

ARAH CAHAYA

Untuk kondisi di alam, cahaya terbagi menjadi tiga. Front light (dari depan objek), Back light (dari belakang objek), Side light (dari samping objek).

FRONT LIGHT

Cahaya yang datang dari arah depan objek tidak terlalu banyak memberikan shadow dibandingkan dua pencahayaan lainnya. Foto dengan pencahayaan seperti ini mudah untuk di ambil. Kombinasikan exposure terbaik sesuai konsep, tekan shutter, lalu akan mendapatkan exposure yang baik dalam foto anda.


All rights reserved © Ady Lee : Please do not copy or distribute these pictures/images without permission.

Cahaya datang dari depan objek (fotografer membelakangi matahari) memperlihatkan shadow yang tidak terlalu mendominasi dan highlight mampu memberikan detail pada dinding kapal. Penggunaan diafragma kecil memberikan ruang ketajaman yang luas untuk objek-objek seperti ini.

BACK LIGHT

Memotret melawan cahaya matahari dapat membuat objek foto anda menjadi siluet. Kunci pemotretan siluet adalah objek yang menarik. Mood dari backlight diatur lewat pemilihan exposure. Saya menggunakan shadow untuk menunjukan bentuk objek yang saya tangkap. Foto ini saya ambil saat usai menyelesaikan tugas kampus bersama teman-teman saya di salah satu pantai di Jimbaran.



All rights reserved © Ady Lee : Please do not copy or distribute these pictures/images without permission.

SIDE LIGHT

Side lihgt terjadi saat kita memposisikan diri pada angel yang tepat antara sumber cahaya dan objek sehingga bayangan objek memiliki bentuk dan tekstur. Permainan side light memberikan efek 3D pada foto 2D. Exposure yang saya gunakan cukup baik, detail pada area gelap masih terjaga. Lensa yang kita gunakan menentukan apa yang harus dimasukan ke dalam frame, shadow dan highligh ikut mendukung foto anda. Dengan diafragma F/22 memberikan ruang ketajaman yang luas pada foto saya dan penggunaan iso rendah, dapat meminimalisir noise yang terdapat didalam foto sedangkan penggunaan speed, saya gunakan 1/10 untuk sedikit menghaluskan cahaya yang menyinari objek .



All rights reserved © Ady Lee : Please do not copy or distribute these pictures/images without permission.

KUALITAS DAN KUANTITAS CAHAYA

Menjadi fotografer berarti menjadi pemburu cahaya. Cahaya yang kita abadikan memiliki kualitas dan kuantitas. Dua faktor itulah yang perlu diperhatikan saat mengabadikan momen yang kaya akan warna, sunset dan sunrise. Langit yang biru kelam sebelum dan sesudah matahari terbit dan terbenam, warna pucat saat langit mendung, warna yang kontras saat tengah hari, semua memainkan peran penting dalam menentukan hasil foto. Anda dapat membuat karya yang lebih baik setelah memahami pencahayaan.

SUNSET & SUNRISE : GOLDER HOUR

Sinar matahari pagi yang menyinari alam dengan indahnya mampu membuat saya terbangun sebelum fajar menyingsing. Kualiatas cahaya saat sunset juga menunda saat untuk berangkat kuliah. Saat matahari berada padai posisi terendah dekat dengan horison, ia menyinari alam dengan cahaya yang hanyat. Exposure yang ditangkap oleh kamera sangatlah baik dengan rentang antara highlight dan shadow sebanyak 5 stop.


 All rights reserved © Ady Lee : Please do not copy or distribute these pictures/images without permission.

Foto sunrise ini berlokasi di pantai karang, Sanur. Dengan memasang kamera pada tripod saya, sehingga dapat memilih ruang ketajaman yang maksimal dan tidak perlu memusingkan menggunakan speed rendah. Penggunaan Iso 100 sehingga dapat mengurangi noise pada foto. Saya memanfaatkan air laut yang tenang di tempat ini pada saat surut untuk memunculkan refleksi yang saya inginkan. 


All rights reserved © Ady Lee : Please do not copy or distribute these pictures/images without permission.

Foto diatas ini berlokasi di serangan, Bali. Momen sunset yang saya dapatkan kaya akan warna, saya berusaha memasukan sebuah awan yang menarik saat itu dan menggunakan air yang tenang untuk menciptakan sebuah kaca besar dalam sebuah foto. Menggunakan ruang ketajaman yang maksimal memberikan detail pada setiap bagian objek dan iso 100 untuk meminimalisir noise yang akan berdampak merusak foto apabila berlebihan.

TENGAH HARI

Saat matahari menyinari alam dengan sudut yang lebih tinggi, kualitas cahaya meningkat. Kehangatan yang diterima bumi segera berlalu. Kontras antara shadow dan highligh meningkat dan semakin tinggi matahari semakin banyak cahaya yang diterima bumi.


All rights reserved © Ady Lee : Please do not copy or distribute these pictures/images without permission.

Saat tengah hari kontras dan shadow akan meningkat sehinggat memberikan detail objek yang kita tangkap semakin baik. Saya menggunakan kompensasi -1 untuk lebih menggelapkan area shadow, membuatnya menjadi lebih hitam. Bagian highlight tidak over exposure sehingga pada bagian batu yang terkena air laut detail tetap terjaga. Penggunaan F/22 membantu mendapatkan ketajaman yang maksimal.


Jika ada waktu luang, kunjungi halaman saya di :

Penjelasan dikutip dari buku "COMPOSITION : FROM SNAPSHOTS TO GREAT SHOTS" by Laurie Excell, John Batdorff, David Brommer, Rick Rickman, Steve Simon

See you in next share. :)


2 comments:

Labels